Variable Length Subnet Mask (VLSM)
Fathurhoho (2020) mengatakan VLSM atau variable length subnet mask adalah jenis perhitungan subnetting dimana panjang subnet mask yang kita berikan akan disesuikan dengan banyaknya jumlah host di setiap subnet tersebut.
____ (2019) mengatakan Variable Length Subnet Mask, VLSM adalah teknik pembagian network yang mana setiap subnet memiliki ukuran subnetmask yang berbeda tergantung jumlah host yang ada di network tersebut.
Ayukwitantri (2016) mengatakan VLSM adalah teknik yang memungkinkan administrator jaringan untuk membagi ruang alamat IP ke subnet yang berbeda ukuran, tidak seperti ukuran subnetting.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik pembagian network yang memungkinkan administrator jaringan untuk membagi ruang alamat IP ke subnet yang berbeda ukuran, tidak seperti ukuran subnetting.
Perhitungan Subnetting Menggunakan Konsep VLSM
____(2020) mengatakan sebuah lembaga memerlukan 5 subnet yang terdiri dari 55 host,44 host,20 host,21 host,60 host dengan IP Network 192.168.1.0/24
a. Mengurutkan jumlah kebutuhan host setiap subnet dari yang terbesar ke terkecil. dalam kasus ini berarti urutan tersebut yaitu : 60 host,55 host, 44host,21host,20,host pengurutan ini dilakukan dengan tujuan agar pengalokasian IP menjadiefisien
b.Lihat besar kebutuhan host untuk subnet awal,yaitu 60host . Perpangkat 2 yang mendekati angka 60 adalah 26=64, sehingga pangkat 6 tersebut menunjukkan jumlah host ID yang terdapat dalam subnet tersebut ada 6 buah
11111111.11111111.11111111.11000000
255.255.255.192
c. Jadi network untuk 60 host:
Network Address :192.168.1.0/26
Range IP :192.168.1.1-192.168.1.62
Broadcast Address :192.168.1.63
Network untuk 55 host ,karena 55 host dekat dengam 64 sama dengan yang jumlahnya 60 host. Dengan netmask 255.255.255.192
Network Address :192.168.1.64/26
Range IP :192.168.1.65-192.168.1.126
Broadcast Address :192.168.1.127
Network untuk 44 host, karena 44 host dekat dengan64 sama dengan yang jumlahnya 60 host. Dengan netmask 255.255.255.192
Network Address :192.168.1.128/26
Range IP :192.168.1.129-192.168.1.190
Broadcast Address :192.168.1.191
Network untuk 21 host, karena 21 host dekat dengan 32 Sehingga memiliki netmask 255.255.255.224
Network Address :192.168.1.192/27
Range IP :192.168.1.193-192.168.1.222
Broadcast Address :192.168.1.223
Network untuk 20 host, karena 20 host dekat denga 32. Sehingga memiliki netmask 255.255.255.224
Network Address :192.168.1.224/27
Range IP :192.168.1.225-192.168.1.254
Broadcast Address :192.168.1.255
Rino Safrizal (2018) mengatakan Subnet Mask yang bisa digunakan untuk mengalokasikan 100 host adalah 255.255.255.128 atau /25, sehingga diperoleh subnetting untuk jaringan Pontianak sebagai berikut:
Net Id: 192.168.1.0
Host pertama: 192.168.1.1
Host terakhir: 192.168.1.126
Broadcast Id: 192.168.1.127
Subnet Mask: 255.255.255.128
____ (2016)mengatakan Pada sebuah gedung terdapat 2 ruangan ruang 1 dan ruang 2 dimana pada tiap ruangan terdapat komputer.
Ruang 1 = 3 Komputer
Ruang 2 = 7 Komputer
dengan IP default 192.168.1.0
Pertama hitung ruang yang memerluakan alokasi IP terbanyak / terbesar (antara ruang 1 dan 2, ruang 2 memerlukan alokasi ip paling banyak. jadi kita hitung ruang 2 terlebih dahulu).
Ruang 2
2n >= 10 (2 pangkat n, dimana n adalah hasil perpnagkatan 2 yang hasilnya lebih besar atau samadengan ip yang diperlukan).
n = 4 (n = 4 didapat dari hasil perpangkatan 2 yang hasilnya lebih besar / samadengan 10. 2 pangkat 4 = 16 lebih besar dari 10). 24 = 16 (16 adalah jumlah IP untuk tang berikutnya).
32 - 4 = 28 > /28 (32 adalah rumus jadi angkat tetap - 4 adalah hasil dari n dan /28 adalah jumlah slash di belakang ip sama seperti subnetting).
Subnet Mask : 255.255.255.240 (didapat dari jumlah slash / )
Net ID : 192.168.1.0/28
Gateway : 192.168.1.1/28
Host Awal : 192.168.1.2/28
Host Akhir : 192.168.1.14/28
Broadcast : 192.168.1.15/28
192.168.1.16 dipakai untuk ruang berikutnya.
Ruang 1
2n >= 6
n = 3 (23 = 8 kemdian. 16 + 8, "16 didapat dari dari hasil perpangkatan sebelumnya". 16 + 8 = 24)
32 - 3 = 29 > /29
Subnet Mask : 255.255.255.148
Net ID : 192.168.1.16/29
Gateway : 192.168.1.17/29
Host Awal : 192.168.1.18/29
Host Akhir : 192.168.1.22/29
Broadcast : 192.168.1.23/29
192.168.1.24 dipakai untuk ruang berikutnya. karena ruangannya sudah habis jadi tetap IP 192.168.1.24 tetap disisakan untuk ruag berikutnya.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa mengurutkan jumlah kebutuhan host setiap subnet diurutkan dari yang terbesar ke terkecil, lihat besar kebutuhan host untuk subnet awal.
Daftar Pustaka
Fathurhoho. 2020. VLSM Atau Variable Length Subnet Mask.
https://ngonfig.net/vlsm.html diakses pada 24 Januari 2023 pukul 14:52
____. 2019. VLSM.
https://blog.webiptek.com/2019/08/flsm-dan-vlsm.html diakses pada 24 Januari 2023 pukul 14:58
Ayukwitantri. 2016. VLSM.
https://blog.unnes.ac.id/ayukwitantri/2016/02/19/vlsm-variable-lenght-subnet-mask/ diakses pada 24 Januari 2023 pukul 15:45
Fathurhoho. 2020. VLSM.
https://ngonfig.net/vlsm.html diakses pada 25 Januari 2023 pukul 08:23
____. 2021. Variable Length Mask.
https://www-geeksforgeeks-org.translate.goog/introduction-of-variable-length-subnet-mask-vlsm/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sc diakses pada 25 Januari 2023 pukul 08:47
____. 2020. Perhitungan Subnetting VLSM.
https://www.robihartoni.id/2020/03/cara-menghitung-variable-length-subnet-mask-beserta-contoh.html diakses pada 25 Januari 2023 pukul 09:20
Rino, Safrizal. 2018. Menghitung Subnetting VLSM. https://rinosafrizal.com/menghitung-subnetting-jaringan-dengan-teknik-vlsm/ diakses pada 25 Januari 2023 pukul 09:27
____. 2016. menghitung Subnetting VLSM. http://catatankuliahku13.blogspot.com/2016/08/cara-menghitung-ip-address-dengan_25.html diakses pada 25 Januari 2023 pukul 09:30
Komentar
Posting Komentar